Minggu, 25 September 2016

Page Of My Love Story

PAGE 139 – 28 januari 2016 – 23:15

          Masih dengan alunan laggu “distance” by secondhand serenade memang cocok untuk menemaniku malam ini. Ya, setidaknya dengan suasana hati sekarang ini yang sedang menahan rindu karena jarak. LDR begitulah populernya, hubungan pacaran jarak jauh dengan seseorang di sana. Sudah hampir lima bulan berlangsung sejak kami jadian di bulan September tahun lalu saat ulang tahunku yang ke 22. Bukan suatu kebetulan memang sudah terencanakan hanya saja belum ada orang yang tepat untuk jadi ujung dari rencanaku ini hehe… gimana nggak coba, semenjak aku putus sama pacar ku di awal masuk kuliah dua thun lalu hingga sekarang belom ada orang yang bisa dijadiin pacar, atau tepatnya belom ada yang mau dijadiin pacar. Sempet deket sama beberapa cewek, tapi ya gitu gak ada eksekusinya, php doang hehe….
          Sekarang aku duduk di semester lima tepatnya telah menyelesaikan semester lima dengan closing ujian akhir semester yang luar biasa, di salah satu universitas ternama di kota Bandar Lampung. Sekarang libur semester, aku udah punya bakal liburan ke Bogor buat nemuin pacar  hehe.. oh iya kenalin dulu, aku sekarang udah punya pacar walaupun LDR seperti yang aku bilang di awal tadi. Walaupun LDR tapi aku menikmati itu “LDR My Love My Adventure” haha… ya pacarku berlainan pulau sekarang tinggalnya, dia di Pulau Jawa aku di Pulau Sumatera terpisah jarak oleh Selat Sunda antara Pelabuhan Bakauheni dan Pelabuhan Merak. Keren kan hehe…
          Aku mau cerita tentang pacarku dulu ya. Namanya Imma Nuriana, bagiku dia sederhana tapi istimewa, hmm istimewa di hati hehe. Awal kita kenalan lewat facebook waktu kelas dua SMA, dia adik kelas gitu. Emang biasa kalo adik kelas ngefans sama kakak kelasnya haha. Berawal dari koment-koment di facebok, tambah akrab, minta nomer hp, smsan, jadi temen dan jadi sahabat. Ya semua berawal dari temen dan sahabat. Tambah akrabnya lagi pas aku kelas tiga, tapi waktu itu aku punya pacar, adik kelas juga, tapi kelas satu. Nah Imma ini tempat cerita kalo aku lagi galau dan lgi ada masalah, walaupun kadang gak ada masalah ya tetep cerita – cerita atau sekedar smsan basa – basi. Desas desusnya katanya si Imma suka sama aku, tapi ya udahlah kuanggap itu biasa aja. Lagian aku punya pacar juga.
          Singkat cerita aku lulus SMA dan bersamaan dengan itu aku putus pula dengan pacarku. Bukan kebetulan sii mungkin takdir Tuhan tak menyatukan kita. Tapi sayangnya pas aku putus Imma lagi pacaran sama temenku, jadi ya ngejomblo dulu deh. Beberapa bulan kemudian denger - denger imma putus tuh sama cowoknya. Ya bukan kebetulan juga, aku yang awalnya deket sama dia ya coba buat bangun komunikasi lagi yang sempet renggang. Dari situlah kita mulai deket lagi, smsan, makin akrab, makin deket, dan aku sempetin beberapa kali maen ke rumahnya, jemput dia pulang dari bimbel, ya sekalian ngabuburit, kebetulan waktu itu bulan puasa.
          Sampai pada suatu sore, aku udah bertekad bulat buat nembak dia. Aku udah yakin, karena kita udah deket banget tinggal eksekusi aja. Saran dari beberapa temen deket ku juga gitu. Ini kali pertama aku nembak cewek secara langsung ngungkapin di depan dia. Udah nggak perduli apa pun pokoknya. Aku ke rumahnya sekitar jam 5 sore sekalian ngabuburit dan bayar utang pulsa sama dia hehe.. seperti biasa kita ngobrol asik di ruang tamu, sampe jam udh nunjukin ke angka setengah enam. Dengan beribu ribu lapis mental aku siapin diri buat ngungkapin perasaanku ke dia. Aku berpura – pura pamit untuk pulang, dia mengantarkanku sampai depan pintu. Kemudian …
“aku pamit pulang ya udah sore” dengan raut agak kaku
“iya ati ati ya” imma tersenyum sambil menyalami tanganku.
          Ini kesempatan saat bersalaman, aku pegang tanganya, aku tatap wajahnya dan dia agak sedikit bingung.
“imma, maaf kalo terlalu mendadak, aku Cuma mau bilang kalo aku suka sama kamu, aku sayang sama kamu, sku cinta sama kamu, mau nggak kamu jadi pacarku” hening sejenak.
Dengan wajah kaget dan sedikit bingung tak mampu berkata kata seakan bibirnya beku mencoba bergerak mengucapkan kata – kata “gimana ya ,… aku nggak bisa jawab sekarang, aku butuh waktu buat pikir – pikir dulu”,…
Agak kecewa sii karena gak langsung dapet jawabanya, tapi mungkin aku terlalu mendadak sehingga dia belum siap buat jawab pernyataan ku ini.
“yaudah aku pamit pulang udah sore, apapun jawaban mu nantinya yang penting aku udah nyatain sama kamu”
Imma udah dipanggil sama ibunya suruh masuk rumah karena sebentar lagi maghrib dan mau buka puasa. Dan bukan cuma itu, ternyata bapaknya ada di samping rumah, tapi semoga aja dia nggak denger percakapan ku sama Imma tadi, kalo kedengeran bisa ribet, pasti Imma yang kena marah sama bapak ibunya.
Aku pulang tanpa jawaban pasti dari pernyataan cinta ku, menunggu, ya itulah jawabnya, aku harus menunggu jawaban dari Imma, ataukah iya atu tidak. Ehmmm dan senja sore ini mengantarkan pemuda yang agak gila ini menyusuri jalan, masih dengan hati yang antah berantah tak karuan. Disisi lain seneng bisa ngungkapin perasaanku sama dia, tapi di sisi lain kecewa karena gak dapet jawaban pastinya. Ya emang bener ,.. cinta itu butuh waktu..
          Malemnya tak seperti biasanya, aku nggak sms dia, tapi aku menunggu dia yang sms duluan. Berharap Imma sms dan ngasih jawaban dari pernyataan cintaku. Dan benar sms yang ku tunggu – tunggu masuk juga. Girang juga pada awalnya tapiiii pas dibaca smsnya ,… glegerrrrrrrr .. serasa mendadak ada petir di tengah terangnya langit malam.
“maaf ya cil, setelah aku pikir – pikir, ini mendadak banget, kita baru beberapa hari ini deket, dan aku juga baru satu minggu putus sama Yogi (temenmu), aku nggak bisa buat nerima kamu sekarang, karena itu alasanku. Semoga kamu bias ngerti. Jangan marah ya dan jangan ngejauhin aku L sekali lagi maaf cil :”( “

Kurang lebih itu kata - kata smsnya, dan masih ada lagi cuma udah lupa akunya. Yang jelas itu kali pertama aku nembak cewek secara langsung, LIVE, dan ditolak. Spektakuler bukan ! hahaha

Page 140 – 29 januari 2016 – sridadi, 06:15 wib

          Selamat pagi, J senyuman, bersyukur, optimis hari ini akan lebih baik dari hari hari sebelumnya, ya awal hari yang penuh dengan harapan. Dengan harapan akan membangkitkan semangatmu, terlepas harapan itu akan terwujud atau tidak, yang penting “jalanin aja dulu”.
          Masih di kamar yang sama, dengan lagu yang sama ditemani secangkir kopi susu dengan aroma mimpi penambah semangat pagi.
          Nglanjutin cerita semalem tentang Imma. Setelah aku ditolak, semuanya agak berbeda, komunikasi kami jadi agak kaku, sms atau pun telfon jadi agak canggung, seakan ada jarak pemisah, dinding yang begitu tinggi dan berduri menghalangi kami, mencoba tetap bersikap biasa tapi hati tak bisa dibohongi. Pada awalnya, tapi semua tak lama hingga aku memutuskan untuk bersikap biasa seperti semula, seperti dulu, saat berteman dan pdkt. Semua berjalan seperti dulu, masih dengan canda tawa, dan perasaan yang sama meskipun aku menyembunyikanya. Menyiksa, tapi itu mungkin yang terbaik. Jadi jalanain aja yang ada sekarang, soal kedepan siapa yang tau, Jalanin aja dulu.
          Agustus 2012, hari raya idul fitri menjadi penutup bulan ramadhan dan menjadi hari pembuka untuk awal yang baru, sepertinya  begitu, semoga saja begitu. Hari yang menjadikan semua orang saling menjalin hubungan baru, bersilaturahmi dan membersihkan diri. Begitu juga bagiku, ini menjadi awal yang baik untukku menjalin hubungan baru, dengan tokoh lama. Imma, begitulah dia masih ada dalam alur hari – hariku, bahkan sekarang semakin dekat dan akrab melebihi sebelumnya.
          20 Agustus 2012, menjadi hari yang bersejarah, tentunya dalam lembaran my love story. Masih dalam suasana hari raya Idul Fitri, aku dan temanku yaitu Una, Okke, Deddy. Kami saling mengunjungi, tak luput ke rumah Imma juga tentunya. Pada hari itu kami memutuskan untuk jalan, keliling halal bihalal, dengan pasangan masing – masing. Deddy yang saat itu berpacaran dengan Okke tentunya sudah jelas, lah aku “jomblo” mau sama siapa coba ? hahaha. Dan benar saja entah kebetulan atau sudah diatur alam, ya Imma berpasangan denganku, dengan sepeda motor yang agak butut andalanku.
          Di rumah Okke, tempat sahabatnya yang kami kunjungi. Kami agak lama di sana hingga lepas dzuhur. Tempat itu menjadi tempat bersejarah untuk lembaran baru asmaraku. Emang udah terlintas dalam pikiran untuk nembak dia yang kedua kalinya. Kalau pun masih ditolak ya sudah yang penting udah mencoba. Begitu pula dengan Deddy dan Una, mereka menyarankan untuk nembak dia sekali lagi. Its oke aku lakuin, aku coba lagi siapa tahu beruntung.
          Ruang tamu dua rumah Okke, hening mempersiapkan mental menjadi saksi sejarah asmara seorang Sidik, ya seorang Sidik. Aku kembali mempersiapkan mentalku. Saat itu Imma tengah berada di dalam kamar Okke, sedangkan aku berada di luar dengan Una dan Deddy. Entah, mungkin ini semua sudah di atur mereka, seakan aku hanya mengikuti alur ceritanya saja, seperti menjadi pemeran drama yang mengikuti alur cerita naskah yang telah dibuat.
          Imma pun keluar dari kamar Okke, duduk di sebelahku, dan sekali lagi adrenaliku terpacu, gugup, kaku dengan beribu ketakutan yang harus dihadapi. Entah bagaimana Dedy mengisyaratkan ku untuk melakukanya, untuk segera mengungkapkanya lagi, nembak Imma lagi untuk yang kedua kalinya. Dan entah apa yang terjadi padaku, aku menurut saja, seperti boneka yang dikendalikan dengan remote control.
“Imma” aku pegang tanganya, kucoba beranikan menatap matanya dengan raut muka seperti waktu itu. Dia gugup dan canggung.
“Sekali lagi, aku mau ngomong sama kamu, kalo aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu, sekali lagi, mau nggak kamu jadi pacarku?” hening sejenak. Dan lagi dia tampak gugup dan bingung. Tapi aku melihat ada kebahagiaan yang dia coba sembunyikan.
“Udah terima aja, udah dua kali nembak loh, kurang serius apa coba” Deddy nyletuk meyakinkan. Dan yang nggak aku duga moment ini di foto, didokumentasikan ,.. hmm waw.
Masih dengan muka gugup tapi tersenyum, semakin membuatku penasaran dan bertanya – tanya apa arti senyumanya itu.
“Gimana” tanyaku dengan penuh harap.
“Ehmm iya” dia tersenyum dengan jawaban itu, jawaban sebagai tanda dia menerima cintaku, ya kami jadian hari itu. Spontan aku pegang dan ku cium tanganya. Seketika ruangan itu menjadi pecah suasananya. Memecah kebekuan dan keheningan beberapa saat yang lalu. Sejak hari itu kami pacaran, seperti yang orang – orang bilang. Begitulah awal ceritanya kami pacaran dulu, di masa remaja, masa yang masih penuh dengan bahasa Galau dank e Allay an,.. tapi kami menikmati itu,…


Page 143, 1 februari 2016

          Selamat pagii,.. di awal bulan, di awal pecan harus tetep semangat. Meskipun hari ini masih mendung, sisa hujan semalam masih membekas di atas permukaan tanah, namun cerahnya semangat tak kan redup olehnya.
          Tak seperti biasanya, pagi ini aku agak kesiangan. Mungkin karena cuacanya yang terlalu dingin sehingga selimut ini enggan terbuka dari badanku. Dengan enggan ku terbangun langsung menuju meja di kamarku, menggapai notebook dan segera menyalakanya dan mengaktikan internet. Ya, hanya satu yang tertuju dalam fikiranku, untuk mengecek Line, siapa tahu ada pesan masuk. Ehmm satu – satunya orang yang aku tunggu kabarnya “Imma”. Dan…………. Gak ada notif baru, segera saja kutinggalkan notebook tetap menyala di kamarku. Aku pergi ke kamar mandi sekalian mengambil wudhu untuk menunaikan sholat subuh.
          Aku mengambil Hp yang sengaja ku letakan di ruang keluarga, segera kuaktifkan untuk melihat notifikasi di beberapa media social. Beberapa menit kemuadian masuk noti dari bbm, line, email dan whatsapp. Satu persatu kulihat dan ku buka. Nah ini dia! Ternyata memang ada notif bbm dari Imma yang masuk sedari tadi malam sekitar pukul 23.30, tapi karena sangat mengantuk dan Hp nya lowbet jadi kuabaikan saja dia tergelepar di ruang keluarga.
“baru nyampe kosan yang” 23:36 waktu yang tertera di chat bbm. Dia memang baru saja pulang dari Mubes (musyawarah besar) organisasi kemahasiswaan yang dia ikuti. Dia sebelumnya menjabat sebagai sekretaris umum di organisasinya itu. Ya, pacarku yang satu ini memang aktifis kampus, selain dulunya dia memang aktif di organisasi intra sekolah waktu SMA. Selain itu dia hari ini masih harus menempuh ujian kompreenya jam 13:00 dan dia belum belajar, cewek satu ini emang aktifis dan akademik banget, pokoknya perfect strong girl deh. Sebagai aktifis dan akademis kita berdua emang sama – sama sibuk, tapi setidaknya itu sudah menjadi komitmen dari awal pas kita jadian. #Jalanin aja dulu,……………………………
2012 menjadi tahun yang spektakuler dimana aku putus dengan pacar pertamaku, ditambah lagi jadian sama Imma dan ditambah lagi tahunku putus sama Imma. Hmmm ya hanya dua bulan kita pacaran, waktu itu aku sibuk kerja di salah satu percetakan sekaligus mencari ilmu tentang dunia percetakan dan desain grais. Disisi lain Imma juga tidak kalah sibuknya denganku, di awal kelas dua belas SMA dia masih disibukan dengan kegiatan ekstrakurikuler dengan mengikuti berbagai macam perlombaan, dan dia juga harus sibuk dengan tugas  tugas sekolahnya. Kesibukan inilah yang membuat kami jarang berkomunikasi, disaat aku memiliki waktu luang dia sedang sibuk, begitu juga sebaliknya. Waktu kami sulit untuk bertemu, walaupun di awal – awal berjalan dengan mulus, namun di bulan kedua mulai menemui hambatan semacam ini. Hal yang membuat kita sama – sama saling tersakiti oleh keadaan, keadaan dimana waktu tidak memberi kesempatan pada kita untuk bertemu. Dengan berbagai pertimbangan aku mencoba berfikir keras hingga akhirnya aku mengambil jalan terakhir yaitu mengakhiri hubungan ini
Kurang jelas, aku sendiri sudah agak lupa kapan putus sama Imma. Tapi yang jelas aku hanya dua  bulan saja menjalin hubungan denganya. Memang masih usia rawan, tapi member banyak pelajaran. Karena susah untuk bertemu, aku hanya menghubunginya lewat pesan singkat, terangnya ku tulis bahwa hubungan ini udah gak bias lanjut lagi, waktu kita tak bertemu, kita punya dunia dan kesibukan masing  masing, jangan sampai hubungan ini menjadi pengganggu kesibukan kita, aku gak mau hubungan ini menjadi masalah. Aku udah fikirin ini mateng – mateng, dan kita tetep temenan aja kaya dulu lagi, mungkin itu akan lebih baik,… …………………………………………….


Blank space
          Space kosong, seperti begitu banyak ruang kosong dalam hari – hariku sekarang ini. Entah karena libur panjang, sehingga sepi nggak ada kawan ditambah lagi intensitas komunikasi dengan Imma akhir – akhir ini agak renggang. Dia sibuk ujian dan yang terakhir mubes, dan ujian lagi. Selamat pagi, selamat malam, jangan lupa makan, jangan lupa mandi, selamat sore, semangat, I love you, I miss you, dan sebagainya. Terkadang tak berbalas dan hanya dibaca aja. Mungkin aku egois, tapi kayanya gak harus gini juga kali ya, jadi galau, tambah lagi dengan suasana rumah yang seperti ini jadi tambah bĂȘte nya berlipat ganda. Ya mungkin untuk sementara rindu ini kusimpan dan terabaikan. Nyaris seperti dulu, jarang komunikasi, sehingga melatihku terbiasa sendiri, jenuh saat – saat menunggu, lelah sendiri menunggumu Imma. If you know, now I feeling alone, I feelling loneliness. I don’t know, you feeling it or not,.. I don’t know ,.. and its make me hurt,. Because I miss you and love you very much.


Page 146 – 4 february 2016

          Terima kasih Allah, Tuhan semesta alam, Haliq dari segala mahluk, engkau masih memberikan ku nafas pagi ini, penglihatan dan pendengaran, tubuh yang masih lengkap dan sehat, begitu banyak karuniamu di pagi ini, tak dapat kuhitung, hanya ungkapan rasa syukur dan terima kasih yang bisa ku ucapkan. Maha suci dan Maha besar Engkau dengan segala kesempurnaanMu.
Selamat pagi jiwa yang lelah, yang masih enggan bangun dri tempat tidur, yang masih dibalut selimut tebal, atau mereka yang telah sibuk dengan aktiffitas yang tertunda. Selamat pagi LCD ku, cahayamu menusuk mata yang masih sembab ini, kau memaksaku untuk membuka mata. Selamat pagi the panas, aroma harumu menusuk hidung, rasa manismu menenangkan, mencoba menghapus segala kepahitan hidup sisa – sisa semalam. Selamat pagi meja kamarku yang kosong, selamat pagi Sandra Dewi dalam kalender yang selalu tersenyum padaku, terima kasih. Selamat pagi diriku, masih terbangun dengan hati yang bertanya, mencoba menerawang arti tersirat, tak mengerti apa arti semua ini, masih menjadi misteri dan aku belum tahu jawaban.


Stuck in reverse.
      
masih di lembaran 146 my love story.
Ya,.. rasa – rasanya tak dapat ku pendam lagi, harus ku utarakan semuanya. Jujur aku ngerasa aneh dengan Immma yang sekarang, aau lebih tepatnya beberapa hari belakangan ini yang sering timbul tenggelam, ilang – ilanganm, kadang ada – kadang enggak, dating dan pergi sesuka hati. Tak tahu, mungkin sedang ada kesibukan atau masalah yang tidak ku ketahui. Dan, karena ketidaktahuanku itu menjadikan aku tak tahu harus berbbuat apa. Aku Cuma merasa kehilangan aja, dan ngerasa kesepian, mungkin karena jarak yang jauh dan tak kunjung mempertemukan kita. Akhirnya ku kirim pesan lewat chat Line, karena sumpah aku nggak tahan lagi, rasanya pengen ngedumel sebanyak banyaknya sama dia, ngomongin apa yg aku rasain. Biar dia tahu.
Ya mungkin aku egois, tapi ini semua karena aku saying sama dia, dan aku gak mau gara – gara hal sepele kaya gini bubar lagi hubungan kita nya,.. hmmmm karena jujur kalo aku udah saying sama seseorang susah  buat nglepasinya, karena gak semudah itu juga aku suka dan saying sama seseorang. Intinya siih gitu.
          Setelah ku kirim pesan yang lumayan panjang lewat Line, akhirnya dia merespon dan mencoba menghubungiku. Aku si Cuma butuh ngobrol aja sama dia kenapa dia jadi begini, sampai sebegininya sampai aku gak ngerti lagi sama dia harus diapain huh. Setelah basa – basi via telfon, akhirnya dia nanya
“kenapa kamu,.. ngomel –ngomel”?
“siapa yang ngomel – ngomel?”
“kamu itu,. Kenapa ngomong aja,. Giliran sms panjang banget, coba ngomong aku pengen denger kamu ngomong langsung”.
“ehmm,. Aku gak tau kamu kenapa, aku ngerasa aneh aja. Kamu ilang ilangan, kadang ada kadang enggak. Aku kesel sama kamu yang kaya gini, mungkin kamu capek, kamu lagi banyak yang difikirin, tapi kok gini amat,. Kamunya yang kenapa, adapa loh, aku gak tau kamu knapa, jadi aku bingung kalo kaya gini harus gmana ,.. “
Dengan nada agak berat Imma menjawab “aaaaaaaaaaahhh aku pusing”
“pusing kenapa?” ..
“pusing, capek, remedial belom selesai, pkl masih belum pasti kapan berangkatnya, masih banyak yang diurusin. Kemaren – kemaren emang aku lagi sibuk remedial, abis itu langsung berangkat mubes Angsana malemnya, paginya jam satu harus ujian lagi. Siapa yang gak capek, gak tidur, otaknya diforsir. Ya map kalo aku jadi gak bias perhatian sama pacar. Aku lebih milih nggak ngehubungin kamu, daripada nantinya kamu yang jadi sasaran, aku marah – marah sama kamu nggak jelas, jadi aku mending milih nggak ngehubungin kamu dulu”… hening,….
“ehmmmm jadi gitu,.. terus apa lagi ?” mencoba menelisik lebih dalam.
“semalem okke telfon, dia kepo, kok status bbm mu nggak SA lagi, kamu masih sama sidik apa enggak ?, terus dp nya sama roni pula. Terus aku jawab, hah iya tah, terakhir aku ganti pas desember, aku ganti statusnya sibuk, karena lagi sibuk ujian.
Terus masalah dp, .. ya aku nggak punya foto sama sidik, punya nya foto sama ron. Terus okke bilang gini, ya jangan kaya gitu la im, nanti orang kan nganggepnya gimana. Terus aku jawab. Ya aku emnag akrab sama cowok – cowok di Angsana, lagian Roni juga udah punya pacar, aku juga udah punya sidik. Wah kepo juga ini anak pikirku”.
Setelah dia menjelaskan panjang lebar,… “ yaudah, kalo soal kamu disitu deket sama siapa, ya aku si nggak masalah, kamu emang dari awal udah disitu deket sama temen – temenmu di Angsana, aku percaya kok sama kamu. Toh kita juga sama – sama sibuk, aku juga sering pulang malem, bahkan sering nggak pulang. Ya aku ngerti ko, kita juga udah sepakat dari awal”.,.
“ ya jujur ya, dulu terakhir aku pacaran sama yogi juga kaya gitu, dua tahun terakhir makanya aku lebih milih nggak pacaran dulu. Takutnya sama kejadianya. Yogi nggak bias nerima aku, cewek sering pulang malem, sibuk terus organisasi, nggak perhatian sama pacar, dan akhirnya putus nggak pacaran sampe sekarang sama kamu ini”.
Imma mencoba menceritakan masa lalunya… dan kami pun melanjutkan ngobrol panjang tentang hal lainya. Yah sekarang aku lega, uneg – uneg ku telah tersampaikan. Dan aku tahu alasanya kenapa dia begitu. Sekarang aku harus banyak bersabar pokoknya, karena dia lagi supersibuk dan superposing, ya kata dia gitu.#jalaninajadulu.


Page 148, 6 february 2016

          Pagi yang cerah untuk jiwa yang lalah, ya setidaknya karena kebisaan begadangku ini. Aku pulang jam 12 malam, abis nongkrong di tempat kakak iparku berjualan di pasar. Ngobrol panjang lebar sambil ditemani susu jahe panas yang menghangatkan suasana. Sesuai rencana hari ini, atau tepatnya sore nanti aku akan berangkat ke Bandar Lampung lalau kemudian lanjut ke Bogor. Ya, aku berencana jadi nekat traveler, mencoba berpetualang dengan perjalananku sendiri dengan rute, Bogor-Jakarta-Jogja-Kebumen-Pekalongan. Memang tergolong nekat, tapi aku ingi merasakan dan mencobanya,.. hehe,. Trip myself.
          Tujuan utamaku memang aku ingin mngunjungi Imma di Bogor. Sudah dua bulan lebih kami tak bertemu semenjak keberangkatanya Novermber lalu. Aku ingin menemuinya, sekedar untuk melepas rasa kangen pada Imma, karena setelahnya akan menjadi waktu yang sangat panjang untuk kita bias bertemu lagi. Dia akan menjalani PKL selama tiga bulan di Bandung, kemudian sibuk dengan tugas akhirnya, lalu mungkin hari lebaran nanti kita baru bias bertemu lagi. Hmmm bakal kangen banget pastinya sama dia, makanya aku sempatkan waktu liburan ini untuk mengunjunginya sembari jalan – jalan.

Sabtu, 6 februari 2016. Pukul 15.30 aku bergegas menuju tempat bis DAMRI berada untuk menuju ke pusat kota “Bandar Lampung”. Tepat berangkat di waktu itu,  ............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

Kali Pertama Lisanku Bicara Cinta

PAGE 139 – 28 januari 2016 – 23:15

          Masih dengan alunan laggu “distance” by secondhand serenade memang cocok untuk menemaniku malam ini. Ya, setidaknya dengan suasana hati sekarang ini yang sedang menahan rindu karena jarak. LDR begitulah populernya, hubungan pacaran jarak jauh dengan seseorang di sana. Sudah hampir lima bulan berlangsung sejak kami jadian di bulan September tahun lalu saat ulang tahunku yang ke 22. Bukan suatu kebetulan memang sudah terencanakan hanya saja belum ada orang yang tepat untuk jadi ujung dari rencanaku ini hehe… gimana nggak coba, semenjak aku putus sama pacar ku di awal masuk kuliah dua thun lalu hingga sekarang belom ada orang yang bisa dijadiin pacar, atau tepatnya belom ada yang mau dijadiin pacar. Sempet deket sama beberapa cewek, tapi ya gitu gak ada eksekusinya, php doang hehe….
          Sekarang aku duduk di semester lima tepatnya telah menyelesaikan semester lima dengan closing ujian akhir semester yang luar biasa, di salah satu universitas ternama di kota Bandar Lampung. Sekarang libur semester, aku udah punya bakal liburan ke Bogor buat nemuin pacar  hehe.. oh iya kenalin dulu, aku sekarang udah punya pacar walaupun LDR seperti yang aku bilang di awal tadi. Walaupun LDR tapi aku menikmati itu “LDR My Love My Adventure” haha… ya pacarku berlainan pulau sekarang tinggalnya, dia di Pulau Jawa aku di Pulau Sumatera terpisah jarak oleh Selat Sunda antara Pelabuhan Bakauheni dan Pelabuhan Merak. Keren kan hehe…
          Aku mau cerita tentang pacarku dulu ya. Namanya Imma Nuriana, bagiku dia sederhana tapi istimewa, hmm istimewa di hati hehe. Awal kita kenalan lewat facebook waktu kelas dua SMA, dia adik kelas gitu. Emang biasa kalo adik kelas ngefans sama kakak kelasnya haha. Berawal dari koment-koment di facebok, tambah akrab, minta nomer hp, smsan, jadi temen dan jadi sahabat. Ya semua berawal dari temen dan sahabat. Tambah akrabnya lagi pas aku kelas tiga, tapi waktu itu aku punya pacar, adik kelas juga, tapi kelas satu. Nah Imma ini tempat cerita kalo aku lagi galau dan lgi ada masalah, walaupun kadang gak ada masalah ya tetep cerita – cerita atau sekedar smsan basa – basi. Desas desusnya katanya si Imma suka sama aku, tapi ya udahlah kuanggap itu biasa aja. Lagian aku punya pacar juga.
          Singkat cerita aku lulus SMA dan bersamaan dengan itu aku putus pula dengan pacarku. Bukan kebetulan sii mungkin takdir Tuhan tak menyatukan kita. Tapi sayangnya pas aku putus Imma lagi pacaran sama temenku, jadi ya ngejomblo dulu deh. Beberapa bulan kemudian denger - denger imma putus tuh sama cowoknya. Ya bukan kebetulan juga, aku yang awalnya deket sama dia ya coba buat bangun komunikasi lagi yang sempet renggang. Dari situlah kita mulai deket lagi, smsan, makin akrab, makin deket, dan aku sempetin beberapa kali maen ke rumahnya, jemput dia pulang dari bimbel, ya sekalian ngabuburit, kebetulan waktu itu bulan puasa.
          Sampai pada suatu sore, aku udah bertekad bulat buat nembak dia. Aku udah yakin, karena kita udah deket banget tinggal eksekusi aja. Saran dari beberapa temen deket ku juga gitu. Ini kali pertama aku nembak cewek secara langsung ngungkapin di depan dia. Udah nggak perduli apa pun pokoknya. Aku ke rumahnya sekitar jam 5 sore sekalian ngabuburit dan bayar utang pulsa sama dia hehe.. seperti biasa kita ngobrol asik di ruang tamu, sampe jam udh nunjukin ke angka setengah enam. Dengan beribu ribu lapis mental aku siapin diri buat ngungkapin perasaanku ke dia. Aku berpura – pura pamit untuk pulang, dia mengantarkanku sampai depan pintu. Kemudian …
“aku pamit pulang ya udah sore” dengan raut agak kaku
“iya ati ati ya” imma tersenyum sambil menyalami tanganku.
          Ini kesempatan saat bersalaman, aku pegang tanganya, aku tatap wajahnya dan dia agak sedikit bingung.
“imma, maaf kalo terlalu mendadak, aku Cuma mau bilang kalo aku suka sama kamu, aku sayang sama kamu, sku cinta sama kamu, mau nggak kamu jadi pacarku” hening sejenak.
Dengan wajah kaget dan sedikit bingung tak mampu berkata kata seakan bibirnya beku mencoba bergerak mengucapkan kata – kata “gimana ya ,… aku nggak bisa jawab sekarang, aku butuh waktu buat pikir – pikir dulu”,…
Agak kecewa sii karena gak langsung dapet jawabanya, tapi mungkin aku terlalu mendadak sehingga dia belum siap buat jawab pernyataan ku ini.
“yaudah aku pamit pulang udah sore, apapun jawaban mu nantinya yang penting aku udah nyatain sama kamu”
Imma udah dipanggil sama ibunya suruh masuk rumah karena sebentar lagi maghrib dan mau buka puasa. Dan bukan cuma itu, ternyata bapaknya ada di samping rumah, tapi semoga aja dia nggak denger percakapan ku sama Imma tadi, kalo kedengeran bisa ribet, pasti Imma yang kena marah sama bapak ibunya.
Aku pulang tanpa jawaban pasti dari pernyataan cinta ku, menunggu, ya itulah jawabnya, aku harus menunggu jawaban dari Imma, ataukah iya atu tidak. Ehmmm dan senja sore ini mengantarkan pemuda yang agak gila ini menyusuri jalan, masih dengan hati yang antah berantah tak karuan. Disisi lain seneng bisa ngungkapin perasaanku sama dia, tapi di sisi lain kecewa karena gak dapet jawaban pastinya. Ya emang bener ,.. cinta itu butuh waktu..
          Malemnya tak seperti biasanya, aku nggak sms dia, tapi aku menunggu dia yang sms duluan. Berharap Imma sms dan ngasih jawaban dari pernyataan cintaku. Dan benar sms yang ku tunggu – tunggu masuk juga. Girang juga pada awalnya tapiiii pas dibaca smsnya ,… glegerrrrrrrr .. serasa mendadak ada petir di tengah terangnya langit malam.
“maaf ya cil, setelah aku pikir – pikir, ini mendadak banget, kita baru beberapa hari ini deket, dan aku juga baru satu minggu putus sama Yogi (temenmu), aku nggak bisa buat nerima kamu sekarang, karena itu alasanku. Semoga kamu bias ngerti. Jangan marah ya dan jangan ngejauhin aku L sekali lagi maaf cil :”( “

Kurang lebih itu kata - kata smsnya, dan masih ada lagi cuma udah lupa akunya. Yang jelas itu kali pertama aku nembak cewek secara langsung, LIVE, dan ditolak. Spektakuler bukan ! hahaha