PAGE 139 – 28 januari 2016 –
23:15
Masih
dengan alunan laggu “distance” by secondhand serenade memang cocok untuk
menemaniku malam ini. Ya, setidaknya dengan suasana hati sekarang ini yang
sedang menahan rindu karena jarak. LDR begitulah populernya, hubungan pacaran
jarak jauh dengan seseorang di sana. Sudah hampir lima bulan berlangsung sejak
kami jadian di bulan September tahun lalu saat ulang tahunku yang ke 22. Bukan
suatu kebetulan memang sudah terencanakan hanya saja belum ada orang yang tepat
untuk jadi ujung dari rencanaku ini hehe… gimana nggak coba, semenjak aku putus
sama pacar ku di awal masuk kuliah dua thun lalu hingga sekarang belom ada
orang yang bisa dijadiin pacar, atau tepatnya belom ada yang mau dijadiin pacar.
Sempet deket sama beberapa cewek, tapi ya gitu gak ada eksekusinya, php doang
hehe….
Sekarang
aku duduk di semester lima tepatnya telah menyelesaikan semester lima dengan
closing ujian akhir semester yang luar biasa, di salah satu universitas ternama
di kota Bandar Lampung. Sekarang libur semester, aku udah punya bakal liburan
ke Bogor buat nemuin pacar hehe.. oh iya
kenalin dulu, aku sekarang udah punya pacar walaupun LDR seperti yang aku
bilang di awal tadi. Walaupun LDR tapi aku menikmati itu “LDR My Love My
Adventure” haha… ya pacarku berlainan pulau sekarang tinggalnya, dia di Pulau
Jawa aku di Pulau Sumatera terpisah jarak oleh Selat Sunda antara Pelabuhan
Bakauheni dan Pelabuhan Merak. Keren kan hehe…
Aku
mau cerita tentang pacarku dulu ya. Namanya Imma Nuriana, bagiku dia sederhana
tapi istimewa, hmm istimewa di hati hehe. Awal kita kenalan lewat facebook
waktu kelas dua SMA, dia adik kelas gitu. Emang biasa kalo adik kelas ngefans
sama kakak kelasnya haha. Berawal dari koment-koment di facebok, tambah akrab,
minta nomer hp, smsan, jadi temen dan jadi sahabat. Ya semua berawal dari temen
dan sahabat. Tambah akrabnya lagi pas aku kelas tiga, tapi waktu itu aku punya
pacar, adik kelas juga, tapi kelas satu. Nah Imma ini tempat cerita kalo aku lagi
galau dan lgi ada masalah, walaupun kadang gak ada masalah ya tetep cerita –
cerita atau sekedar smsan basa – basi. Desas desusnya katanya si Imma suka sama
aku, tapi ya udahlah kuanggap itu biasa aja. Lagian aku punya pacar juga.
Singkat
cerita aku lulus SMA dan bersamaan dengan itu aku putus pula dengan pacarku.
Bukan kebetulan sii mungkin takdir Tuhan tak menyatukan kita. Tapi sayangnya
pas aku putus Imma lagi pacaran sama temenku, jadi ya ngejomblo dulu deh.
Beberapa bulan kemudian denger - denger imma putus tuh sama cowoknya. Ya bukan
kebetulan juga, aku yang awalnya deket sama dia ya coba buat bangun komunikasi
lagi yang sempet renggang. Dari situlah kita mulai deket lagi, smsan, makin
akrab, makin deket, dan aku sempetin beberapa kali maen ke rumahnya, jemput dia
pulang dari bimbel, ya sekalian ngabuburit, kebetulan waktu itu bulan puasa.
Sampai
pada suatu sore, aku udah bertekad bulat buat nembak dia. Aku udah yakin,
karena kita udah deket banget tinggal eksekusi aja. Saran dari beberapa temen
deket ku juga gitu. Ini kali pertama aku nembak cewek secara langsung
ngungkapin di depan dia. Udah nggak perduli apa pun pokoknya. Aku ke rumahnya
sekitar jam 5 sore sekalian ngabuburit dan bayar utang pulsa sama dia hehe..
seperti biasa kita ngobrol asik di ruang tamu, sampe jam udh nunjukin ke angka
setengah enam. Dengan beribu ribu lapis mental aku siapin diri buat ngungkapin
perasaanku ke dia. Aku berpura – pura pamit untuk pulang, dia mengantarkanku
sampai depan pintu. Kemudian …
“aku pamit pulang ya udah sore”
dengan raut agak kaku
“iya ati ati ya” imma tersenyum
sambil menyalami tanganku.
Ini
kesempatan saat bersalaman, aku pegang tanganya, aku tatap wajahnya dan dia
agak sedikit bingung.
“imma, maaf kalo terlalu
mendadak, aku Cuma mau bilang kalo aku suka sama kamu, aku sayang sama kamu,
sku cinta sama kamu, mau nggak kamu jadi pacarku” hening sejenak.
Dengan wajah kaget dan sedikit
bingung tak mampu berkata kata seakan bibirnya beku mencoba bergerak
mengucapkan kata – kata “gimana ya ,… aku nggak bisa jawab sekarang, aku butuh
waktu buat pikir – pikir dulu”,…
Agak kecewa sii karena gak
langsung dapet jawabanya, tapi mungkin aku terlalu mendadak sehingga dia belum
siap buat jawab pernyataan ku ini.
“yaudah aku pamit pulang udah
sore, apapun jawaban mu nantinya yang penting aku udah nyatain sama kamu”
Imma udah dipanggil
sama ibunya suruh masuk rumah karena sebentar lagi maghrib dan mau buka puasa.
Dan bukan cuma itu, ternyata bapaknya ada di samping rumah, tapi semoga aja dia
nggak denger percakapan ku sama Imma tadi, kalo kedengeran bisa ribet, pasti Imma
yang kena marah sama bapak ibunya.
Aku pulang tanpa
jawaban pasti dari pernyataan cinta ku, menunggu, ya itulah jawabnya, aku harus
menunggu jawaban dari Imma, ataukah iya atu tidak. Ehmmm dan senja sore ini
mengantarkan pemuda yang agak gila ini menyusuri jalan, masih dengan hati yang
antah berantah tak karuan. Disisi lain seneng bisa ngungkapin perasaanku sama
dia, tapi di sisi lain kecewa karena gak dapet jawaban pastinya. Ya emang bener
,.. cinta itu butuh waktu..
Malemnya
tak seperti biasanya, aku nggak sms dia, tapi aku menunggu dia yang sms duluan.
Berharap Imma sms dan ngasih jawaban dari pernyataan cintaku. Dan benar sms
yang ku tunggu – tunggu masuk juga. Girang juga pada awalnya tapiiii pas dibaca
smsnya ,… glegerrrrrrrr .. serasa mendadak ada petir di tengah terangnya langit
malam.
“maaf ya cil, setelah aku pikir
– pikir, ini mendadak banget, kita baru beberapa hari ini deket, dan aku juga
baru satu minggu putus sama Yogi (temenmu), aku nggak bisa buat nerima kamu
sekarang, karena itu alasanku. Semoga kamu bias ngerti. Jangan marah ya dan
jangan ngejauhin aku L sekali lagi maaf cil :”( “
Kurang lebih itu kata - kata
smsnya, dan masih ada lagi cuma udah lupa akunya. Yang jelas itu kali pertama
aku nembak cewek secara langsung, LIVE, dan ditolak. Spektakuler bukan ! hahaha
Page 140 – 29 januari 2016 –
sridadi, 06:15 wib
Selamat
pagi, J
senyuman, bersyukur, optimis hari ini akan lebih baik dari hari hari
sebelumnya, ya awal hari yang penuh dengan harapan. Dengan harapan akan
membangkitkan semangatmu, terlepas harapan itu akan terwujud atau tidak, yang
penting “jalanin aja dulu”.
Masih
di kamar yang sama, dengan lagu yang sama ditemani secangkir kopi susu dengan
aroma mimpi penambah semangat pagi.
Nglanjutin
cerita semalem tentang Imma. Setelah aku ditolak, semuanya agak berbeda,
komunikasi kami jadi agak kaku, sms atau pun telfon jadi agak canggung, seakan
ada jarak pemisah, dinding yang begitu tinggi dan berduri menghalangi kami,
mencoba tetap bersikap biasa tapi hati tak bisa dibohongi. Pada awalnya, tapi
semua tak lama hingga aku memutuskan untuk bersikap biasa seperti semula,
seperti dulu, saat berteman dan pdkt. Semua berjalan seperti dulu, masih dengan
canda tawa, dan perasaan yang sama meskipun aku menyembunyikanya. Menyiksa,
tapi itu mungkin yang terbaik. Jadi jalanain aja yang ada sekarang, soal
kedepan siapa yang tau, Jalanin aja dulu.
Agustus
2012, hari raya idul fitri menjadi penutup bulan ramadhan dan menjadi hari
pembuka untuk awal yang baru, sepertinya
begitu, semoga saja begitu. Hari yang menjadikan semua orang saling
menjalin hubungan baru, bersilaturahmi dan membersihkan diri. Begitu juga
bagiku, ini menjadi awal yang baik untukku menjalin hubungan baru, dengan tokoh
lama. Imma, begitulah dia masih ada dalam alur hari – hariku, bahkan sekarang
semakin dekat dan akrab melebihi sebelumnya.
20
Agustus 2012, menjadi hari yang bersejarah, tentunya dalam lembaran my love
story. Masih dalam suasana hari raya Idul Fitri, aku dan temanku yaitu Una,
Okke, Deddy. Kami saling mengunjungi, tak luput ke rumah Imma juga tentunya.
Pada hari itu kami memutuskan untuk jalan, keliling halal bihalal, dengan
pasangan masing – masing. Deddy yang saat itu berpacaran dengan Okke tentunya
sudah jelas, lah aku “jomblo” mau sama siapa coba ? hahaha. Dan benar saja
entah kebetulan atau sudah diatur alam, ya Imma berpasangan denganku, dengan
sepeda motor yang agak butut andalanku.
Di
rumah Okke, tempat sahabatnya yang kami kunjungi. Kami agak lama di sana hingga
lepas dzuhur. Tempat itu menjadi tempat bersejarah untuk lembaran baru
asmaraku. Emang udah terlintas dalam pikiran untuk nembak dia yang kedua
kalinya. Kalau pun masih ditolak ya sudah yang penting udah mencoba. Begitu
pula dengan Deddy dan Una, mereka menyarankan untuk nembak dia sekali lagi. Its
oke aku lakuin, aku coba lagi siapa tahu beruntung.
Ruang
tamu dua rumah Okke, hening mempersiapkan mental menjadi saksi sejarah asmara
seorang Sidik, ya seorang Sidik. Aku kembali mempersiapkan mentalku. Saat itu Imma
tengah berada di dalam kamar Okke, sedangkan aku berada di luar dengan Una dan
Deddy. Entah, mungkin ini semua sudah di atur mereka, seakan aku hanya mengikuti
alur ceritanya saja, seperti menjadi pemeran drama yang mengikuti alur cerita
naskah yang telah dibuat.
Imma
pun keluar dari kamar Okke, duduk di sebelahku, dan sekali lagi adrenaliku
terpacu, gugup, kaku dengan beribu ketakutan yang harus dihadapi. Entah
bagaimana Dedy mengisyaratkan ku untuk melakukanya, untuk segera
mengungkapkanya lagi, nembak Imma lagi untuk yang kedua kalinya. Dan entah apa
yang terjadi padaku, aku menurut saja, seperti boneka yang dikendalikan dengan
remote control.
“Imma” aku pegang tanganya,
kucoba beranikan menatap matanya dengan raut muka seperti waktu itu. Dia gugup
dan canggung.
“Sekali lagi, aku mau ngomong
sama kamu, kalo aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu, sekali lagi, mau
nggak kamu jadi pacarku?” hening sejenak. Dan lagi dia tampak gugup dan
bingung. Tapi aku melihat ada kebahagiaan yang dia coba sembunyikan.
“Udah terima aja, udah dua kali
nembak loh, kurang serius apa coba” Deddy nyletuk meyakinkan. Dan yang nggak
aku duga moment ini di foto, didokumentasikan ,.. hmm waw.
Masih dengan muka gugup tapi
tersenyum, semakin membuatku penasaran dan bertanya – tanya apa arti senyumanya
itu.
“Gimana” tanyaku dengan penuh
harap.
“Ehmm iya” dia tersenyum dengan
jawaban itu, jawaban sebagai tanda dia menerima cintaku, ya kami jadian hari
itu. Spontan aku pegang dan ku cium tanganya. Seketika ruangan itu menjadi
pecah suasananya. Memecah kebekuan dan keheningan beberapa saat yang lalu.
Sejak hari itu kami pacaran, seperti yang orang – orang bilang. Begitulah awal
ceritanya kami pacaran dulu, di masa remaja, masa yang masih penuh dengan
bahasa Galau dank e Allay an,.. tapi kami menikmati itu,…
Page 143, 1 februari 2016
Selamat
pagii,.. di awal bulan, di awal pecan harus tetep semangat. Meskipun hari ini
masih mendung, sisa hujan semalam masih membekas di atas permukaan tanah, namun
cerahnya semangat tak kan redup olehnya.
Tak
seperti biasanya, pagi ini aku agak kesiangan. Mungkin karena cuacanya yang
terlalu dingin sehingga selimut ini enggan terbuka dari badanku. Dengan enggan
ku terbangun langsung menuju meja di kamarku, menggapai notebook dan segera
menyalakanya dan mengaktikan internet. Ya, hanya satu yang tertuju dalam
fikiranku, untuk mengecek Line, siapa tahu ada pesan masuk. Ehmm satu – satunya
orang yang aku tunggu kabarnya “Imma”. Dan…………. Gak ada notif baru, segera saja
kutinggalkan notebook tetap menyala di kamarku. Aku pergi ke kamar mandi
sekalian mengambil wudhu untuk menunaikan sholat subuh.
Aku
mengambil Hp yang sengaja ku letakan di ruang keluarga, segera kuaktifkan untuk
melihat notifikasi di beberapa media social. Beberapa menit kemuadian masuk
noti dari bbm, line, email dan whatsapp. Satu persatu kulihat dan ku buka. Nah
ini dia! Ternyata memang ada notif bbm dari Imma yang masuk sedari tadi malam
sekitar pukul 23.30, tapi karena sangat mengantuk dan Hp nya lowbet jadi
kuabaikan saja dia tergelepar di ruang keluarga.
“baru nyampe kosan yang” 23:36
waktu yang tertera di chat bbm. Dia memang baru saja pulang dari Mubes
(musyawarah besar) organisasi kemahasiswaan yang dia ikuti. Dia sebelumnya
menjabat sebagai sekretaris umum di organisasinya itu. Ya, pacarku yang satu
ini memang aktifis kampus, selain dulunya dia memang aktif di organisasi intra
sekolah waktu SMA. Selain itu dia hari ini masih harus menempuh ujian
kompreenya jam 13:00 dan dia belum belajar, cewek satu ini emang aktifis dan
akademik banget, pokoknya perfect strong girl deh. Sebagai aktifis dan akademis
kita berdua emang sama – sama sibuk, tapi setidaknya itu sudah menjadi komitmen
dari awal pas kita jadian. #Jalanin aja dulu,……………………………
2012 menjadi tahun
yang spektakuler dimana aku putus dengan pacar pertamaku, ditambah lagi jadian
sama Imma dan ditambah lagi tahunku putus sama Imma. Hmmm ya hanya dua bulan
kita pacaran, waktu itu aku sibuk kerja di salah satu percetakan sekaligus
mencari ilmu tentang dunia percetakan dan desain grais. Disisi lain Imma juga
tidak kalah sibuknya denganku, di awal kelas dua belas SMA dia masih disibukan
dengan kegiatan ekstrakurikuler dengan mengikuti berbagai macam perlombaan, dan
dia juga harus sibuk dengan tugas tugas
sekolahnya. Kesibukan inilah yang membuat kami jarang berkomunikasi, disaat aku
memiliki waktu luang dia sedang sibuk, begitu juga sebaliknya. Waktu kami sulit
untuk bertemu, walaupun di awal – awal berjalan dengan mulus, namun di bulan
kedua mulai menemui hambatan semacam ini. Hal yang membuat kita sama – sama
saling tersakiti oleh keadaan, keadaan dimana waktu tidak memberi kesempatan
pada kita untuk bertemu. Dengan berbagai pertimbangan aku mencoba berfikir
keras hingga akhirnya aku mengambil jalan terakhir yaitu mengakhiri hubungan
ini
Kurang
jelas, aku sendiri sudah agak lupa kapan putus sama Imma. Tapi yang jelas aku
hanya dua bulan saja menjalin hubungan
denganya. Memang masih usia rawan, tapi member banyak pelajaran. Karena susah
untuk bertemu, aku hanya menghubunginya lewat pesan singkat, terangnya ku tulis
bahwa hubungan ini udah gak bias lanjut lagi, waktu kita tak bertemu, kita
punya dunia dan kesibukan masing masing,
jangan sampai hubungan ini menjadi pengganggu kesibukan kita, aku gak mau
hubungan ini menjadi masalah. Aku udah fikirin ini mateng – mateng, dan kita
tetep temenan aja kaya dulu lagi, mungkin itu akan lebih baik,…
…………………………………………….
Blank
space
Space
kosong, seperti begitu banyak ruang kosong dalam hari – hariku sekarang ini.
Entah karena libur panjang, sehingga sepi nggak ada kawan ditambah lagi
intensitas komunikasi dengan Imma akhir – akhir ini agak renggang. Dia sibuk
ujian dan yang terakhir mubes, dan ujian lagi. Selamat pagi, selamat malam,
jangan lupa makan, jangan lupa mandi, selamat sore, semangat, I love you, I
miss you, dan sebagainya. Terkadang tak berbalas dan hanya dibaca aja. Mungkin
aku egois, tapi kayanya gak harus gini juga kali ya, jadi galau, tambah lagi
dengan suasana rumah yang seperti ini jadi tambah bête nya berlipat ganda. Ya
mungkin untuk sementara rindu ini kusimpan dan terabaikan. Nyaris seperti dulu,
jarang komunikasi, sehingga melatihku terbiasa sendiri, jenuh saat – saat
menunggu, lelah sendiri menunggumu Imma. If you know, now I feeling alone, I
feelling loneliness. I don’t know, you feeling it or not,.. I don’t know ,..
and its make me hurt,. Because I miss you and love you very much.
Page 146 – 4 february 2016
Terima
kasih Allah, Tuhan semesta alam, Haliq dari segala mahluk, engkau masih
memberikan ku nafas pagi ini, penglihatan dan pendengaran, tubuh yang masih
lengkap dan sehat, begitu banyak karuniamu di pagi ini, tak dapat kuhitung,
hanya ungkapan rasa syukur dan terima kasih yang bisa ku ucapkan. Maha suci dan
Maha besar Engkau dengan segala kesempurnaanMu.
Selamat pagi jiwa
yang lelah, yang masih enggan bangun dri tempat tidur, yang masih dibalut
selimut tebal, atau mereka yang telah sibuk dengan aktiffitas yang tertunda.
Selamat pagi LCD ku, cahayamu menusuk mata yang masih sembab ini, kau memaksaku
untuk membuka mata. Selamat pagi the panas, aroma harumu menusuk hidung, rasa
manismu menenangkan, mencoba menghapus segala kepahitan hidup sisa – sisa
semalam. Selamat pagi meja kamarku yang kosong, selamat pagi Sandra Dewi dalam
kalender yang selalu tersenyum padaku, terima kasih. Selamat pagi diriku, masih
terbangun dengan hati yang bertanya, mencoba menerawang arti tersirat, tak
mengerti apa arti semua ini, masih menjadi misteri dan aku belum tahu jawaban.
Stuck in reverse.
masih di lembaran 146 my love story.
Ya,.. rasa – rasanya tak dapat ku pendam lagi,
harus ku utarakan semuanya. Jujur aku ngerasa aneh dengan Immma yang sekarang,
aau lebih tepatnya beberapa hari belakangan ini yang sering timbul tenggelam,
ilang – ilanganm, kadang ada – kadang enggak, dating dan pergi sesuka hati. Tak
tahu, mungkin sedang ada kesibukan atau masalah yang tidak ku ketahui. Dan,
karena ketidaktahuanku itu menjadikan aku tak tahu harus berbbuat apa. Aku Cuma
merasa kehilangan aja, dan ngerasa kesepian, mungkin karena jarak yang jauh dan
tak kunjung mempertemukan kita. Akhirnya ku kirim pesan lewat chat Line, karena
sumpah aku nggak tahan lagi, rasanya pengen ngedumel sebanyak banyaknya sama
dia, ngomongin apa yg aku rasain. Biar dia tahu.
Ya
mungkin aku egois, tapi ini semua karena aku saying sama dia, dan aku gak mau
gara – gara hal sepele kaya gini bubar lagi hubungan kita nya,.. hmmmm karena
jujur kalo aku udah saying sama seseorang susah
buat nglepasinya, karena gak semudah itu juga aku suka dan saying sama
seseorang. Intinya siih gitu.
Setelah ku kirim pesan yang lumayan
panjang lewat Line, akhirnya dia merespon dan mencoba menghubungiku. Aku si Cuma
butuh ngobrol aja sama dia kenapa dia jadi begini, sampai sebegininya sampai
aku gak ngerti lagi sama dia harus diapain huh. Setelah basa – basi via telfon,
akhirnya dia nanya
“kenapa
kamu,.. ngomel –ngomel”?
“siapa
yang ngomel – ngomel?”
“kamu
itu,. Kenapa ngomong aja,. Giliran sms panjang banget, coba ngomong aku pengen
denger kamu ngomong langsung”.
“ehmm,.
Aku gak tau kamu kenapa, aku ngerasa aneh aja. Kamu ilang ilangan, kadang ada
kadang enggak. Aku kesel sama kamu yang kaya gini, mungkin kamu capek, kamu
lagi banyak yang difikirin, tapi kok gini amat,. Kamunya yang kenapa, adapa
loh, aku gak tau kamu knapa, jadi aku bingung kalo kaya gini harus gmana ,.. “
Dengan
nada agak berat Imma menjawab “aaaaaaaaaaahhh aku pusing”
“pusing
kenapa?” ..
“pusing,
capek, remedial belom selesai, pkl masih belum pasti kapan berangkatnya, masih
banyak yang diurusin. Kemaren – kemaren emang aku lagi sibuk remedial, abis itu
langsung berangkat mubes Angsana malemnya, paginya jam satu harus ujian lagi.
Siapa yang gak capek, gak tidur, otaknya diforsir. Ya map kalo aku jadi gak
bias perhatian sama pacar. Aku lebih milih nggak ngehubungin kamu, daripada
nantinya kamu yang jadi sasaran, aku marah – marah sama kamu nggak jelas, jadi
aku mending milih nggak ngehubungin kamu dulu”… hening,….
“ehmmmm
jadi gitu,.. terus apa lagi ?” mencoba menelisik lebih dalam.
“semalem
okke telfon, dia kepo, kok status bbm mu nggak SA lagi, kamu masih sama sidik
apa enggak ?, terus dp nya sama roni pula. Terus aku jawab, hah iya tah,
terakhir aku ganti pas desember, aku ganti statusnya sibuk, karena lagi sibuk
ujian.
Terus
masalah dp, .. ya aku nggak punya foto sama sidik, punya nya foto sama ron.
Terus okke bilang gini, ya jangan kaya gitu la im, nanti orang kan nganggepnya
gimana. Terus aku jawab. Ya aku emnag akrab sama cowok – cowok di Angsana,
lagian Roni juga udah punya pacar, aku juga udah punya sidik. Wah kepo juga ini
anak pikirku”.
Setelah
dia menjelaskan panjang lebar,… “ yaudah, kalo soal kamu disitu deket sama
siapa, ya aku si nggak masalah, kamu emang dari awal udah disitu deket sama
temen – temenmu di Angsana, aku percaya kok sama kamu. Toh kita juga sama –
sama sibuk, aku juga sering pulang malem, bahkan sering nggak pulang. Ya aku
ngerti ko, kita juga udah sepakat dari awal”.,.
“
ya jujur ya, dulu terakhir aku pacaran sama yogi juga kaya gitu, dua tahun
terakhir makanya aku lebih milih nggak pacaran dulu. Takutnya sama kejadianya.
Yogi nggak bias nerima aku, cewek sering pulang malem, sibuk terus organisasi,
nggak perhatian sama pacar, dan akhirnya putus nggak pacaran sampe sekarang
sama kamu ini”.
Imma
mencoba menceritakan masa lalunya… dan kami pun melanjutkan ngobrol panjang
tentang hal lainya. Yah sekarang aku lega, uneg – uneg ku telah tersampaikan.
Dan aku tahu alasanya kenapa dia begitu. Sekarang aku harus banyak bersabar
pokoknya, karena dia lagi supersibuk dan superposing, ya kata dia
gitu.#jalaninajadulu.
Page
148, 6 february 2016
Pagi yang cerah untuk jiwa yang lalah,
ya setidaknya karena kebisaan begadangku ini. Aku pulang jam 12 malam, abis
nongkrong di tempat kakak iparku berjualan di pasar. Ngobrol panjang lebar
sambil ditemani susu jahe panas yang menghangatkan suasana. Sesuai rencana hari
ini, atau tepatnya sore nanti aku akan berangkat ke Bandar Lampung lalau
kemudian lanjut ke Bogor. Ya, aku berencana jadi nekat traveler, mencoba
berpetualang dengan perjalananku sendiri dengan rute,
Bogor-Jakarta-Jogja-Kebumen-Pekalongan. Memang tergolong nekat, tapi aku ingi
merasakan dan mencobanya,.. hehe,. Trip myself.
Tujuan utamaku memang aku ingin
mngunjungi Imma di Bogor. Sudah dua bulan lebih kami tak bertemu semenjak
keberangkatanya Novermber lalu. Aku ingin menemuinya, sekedar untuk melepas
rasa kangen pada Imma, karena setelahnya akan menjadi waktu yang sangat panjang
untuk kita bias bertemu lagi. Dia akan menjalani PKL selama tiga bulan di
Bandung, kemudian sibuk dengan tugas akhirnya, lalu mungkin hari lebaran nanti
kita baru bias bertemu lagi. Hmmm bakal kangen banget pastinya sama dia,
makanya aku sempatkan waktu liburan ini untuk mengunjunginya sembari jalan –
jalan.
Sabtu, 6 februari 2016. Pukul 15.30 aku bergegas menuju tempat bis DAMRI
berada untuk menuju ke pusat kota “Bandar Lampung”. Tepat berangkat di waktu
itu, ............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar